Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

Adik Nangis Kelaparan, Sang Kakak Beri Jempol untuk Dihisap

Tak Ada Makanan, Tak Ada Uang

" Langkah saya terhenti saat keluar dari restoran ketika melihat seorang balita telungkup di teras. Terbersit di hati, 'Ya Allah, anak siapa pula ini? Kenapa telungkup di teras restoran?' Rasa marah pun muncul, 'Ke mana ibu bayi itu?'

" Saya pergi mendekat. Ya Allah, rasanya mau menangis. Dengan ingus meleleh, balita itu diasuh oleh kakaknya. Adiknya merengek, kakaknya menyumbatkan ibu jari ke mulutnya untuk dihisap. Balita itu pun berhenti menangis.
" Hati saya pun menangis di dalam. Saya coba bertanya pada kakaknya 'Mana ibu kamu?' yang dijawab 'Mak pergi ke sana'.
" Kakaknya menunjuk arah dengan memancungkan mulutnya. Tak tahu yang mana ibunya.
" Bapak kamu?' saya tanya lagi.
" Ditahan polisi. Tidak punya KTP," jawab si kakak dengan suara sedih.

" Berapa bulan ini usia adik kamu? Kenapa kamu tak jaga dia di rumah saja? Kasihan adik kamu kedinginan," tanya saya.
Saya sedih lihat balita itu. Berbaring di lantai teras restoran tanpa alas sama sekali. Merasa terenyuh dengan keadaannya.
" Tujuh bulan. Di rumah tidak ada makanan. Tidak punya uang untuk beli," kata si kakak sambil mengelap ingus adiknya.



Menyumbat Jempol Agar Adik Diam

" Saya tak tahu harus bertanya apa lagi. Berurai air mata melihat keadaan mereka, terutama bayi itu. Bayi itu masih menghisap jari kakaknya. Saya kemudian pergi ke sebuah toko roti di sebelah restoran.
Di dalam, saya beli susu rendah lemak dan roti untuk sekadar mengganjal rasa lapar dan haus bagi kedua kakak-beradik itu.

Saya balik dan memberikan susu dan roti kepada si kakak. Saya bilang agar suap adiknya dengan roti dan kasih minum susu.
" Kamu juga jangan lupa makan dan minum," kata saya sambil menangis serahkan roti dan susu.
Saya tarik napas panjang, kepala terasa pusing dan masuk mobil. Allah, pelihara anak terlantar itu.
Mereka adalah anak-anak susah. Biasanya mengejar orang untuk minta uang. Saya biasanya tak akan kasih uang. Bukan apa, saya lebih suka memberi mereka barang daripada uang.
Sebab kebanyakan dari mereka akan menyalahgunakan uang itu. Itu sudah menjadi rahasia umum.

(Ism, Sumber: ohbulan.com)

Selasa, 14 Februari 2017

SEDIH. Nenek Ini Tinggal Sendirian di Gubuk. Saat Beras Tak Ada, Ia Hanya Minum Air Untuk Isi Perut

SEDIH. Nenek Ini Tinggal Sendirian di Gubuk. Saat Beras Tak Ada, Ia Hanya Minum Air Untuk Isi Perut
entah luput dari perhatian pemerintah atau memang nasib hidup yang demikian yang dialami oleh seorang wanita tua di Tulungagung, Jawa Timurini.
Ia sering tak memiliki beras, sehingga hanya merebus air untuk mengganjal perut yang lapar.
Itu dialami oleh Binah, seorang wanita renta yang tinggal Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidiwar, Tulungagung.
Cerita soal kehidupannya yang miris ramai dibicarakan di media sosial, salah satunya dibagikan oleh fanpage Komunitas Orang Jawa Timur.
Binah hidup sendirian, menempati sebuah gubuk bambu berukuran 2×4 meter, yang sudah bolong di beberapa bagian.
Ia sudah tak kuat lagi untuk bekerja sekeras dulu, sehingga hidup dalam kondisi yang sangat pas-pasan.
Ketika tak memiliki beras untuk dimasak, ia terpaksa hanya merebus air untuk mengganjal perutnya yang lapar.
Berikut postingan lengkap Komunitas Orang Jawa Timur.
"Wanita tua ini sering memasak air, tanpa beras, hanya sekedar untuk mengganjal perutnya.
Ia hidup sendirian, di rumahnya yang terbuat dari bambu, seukuran 2×4 meter, yang sudah berlobang serta lapuk kayu penyangganya.
Binah, begitulah panggilan akrab simbah yang sudah renta ini. Ia sudah tidak sekuat dulu tenaganya, saat masih muda dan bekerja menjadi buruh-tani.
Ia hanya tinggal seorang-diri karena suami dan anaknya sudah meninggal-dunia.
Warga RT 01 RW 02 Dusun Banaran Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung ini tinggal di sebuah rumah yang mirip gubuk kecil berukuran 2 x 4 meter, dengan kondisi dinding bambunya sudah bolong di beberapa bagian.
Sementara penyangga atap rumahnya juga sudah banyak yang lapuk, sehingga sudah mengkhawatirkan untuk ditinggali.
Sebenarnya simbah memiliki anak tapi sudah meninggal.
Mbah Binah biasa beristirahat di dipannya yang terbuat dari bambu beralaskan tikar plastik tanpa bantal.
Seringkali ia memasak air saja tanpa ada berasnya, hanya sekedar untuk mengganjal perutnya."
Postingan ini kemudian beredar viral di dunia maya. Banyak netizen yang mempertanyakan kemanakah pemerintah setempat.
"Lurah camatnya kemana ya sampai embah tidak bisa makan. Mudahan ada orang dekat situ yang baik nolong mbah kalau lurah camat tutup mata biar dia dipecat pak Jokowi," komentar Sonia Rhay.
"Ya Allah, pejabat yang berwenang di mana. Kok ada nenek yang hidupnya begitu kok dibiarkan. Jangan pada kenyang sendiri yang berwenang.
Tolong dibantu nenek tersebut. Kalau bisa bantu dibikinin tempat tinggal yang layak huni," sahut Ifanah Milanisti.
Ada pula netizen yang tergerak untuk mengadakan penggalangan dana bagi Binah.
Sejauh ini, Tribunjogja.com masih berupaya mengkonfirmasi admin fanpage tersebut, untuk mengetahui apakah selama ini Binah sudah mendapat bantuan yang semestinya atau belum.
Sayangnya, pesan yang dikirimkan Tribunjogja.com belum mendapat tanggapan.(*)
Sumber : tribun Batam

Minggu, 12 Februari 2017

Derita Penyakit Langka, Istri Caisar YKS Minta Dipoligami, Jawaban Caesar di Luar Dugaan

Derita Penyakit Langka, Istri Caisar YKS Minta Dipoligami, Jawaban Caesar di Luar Dugaan
Berbeda dari wanita kebanyakan yang tak ingin dipoligami, istri Caisar YKS justru meminta suaminya untuk berpoligami.
Hal itu disebabkan penyakit kulit langka yang ia idap sejak 8 tahun.
Istri dari komedian Caisar Aditya Putra, Indadari Mindrayanti, mengidap penyakit kulit yang bernama Psioriasis.
Indadari menuturkan, dokter belum dapat menemukan obat untuk penyakit yang telah diderita Indadari selama delapan tahun ini.
"Sampai sekarang aku nggak tahu penyakit ini karena apa, jadi muncul saja kayak gitu."
Dokter pun juga nggak paham, sampai sekarang belum ada obat yang bisa sembuhin penyakit aku," tutur Indradari saat dihubungi wartawan melalui telepon, Kamis (2/1/2017).
Setiap penyakit tersebut kambuh, muncul banyak benjolan kecil di kulit Indadari, yang menjadi luka ketika digaruk.
Tak hanya itu, rasa panas dan gatal juga menyertai di tubuh wanita bercadar itu.
"Kalau aku garuk jadi luka ya semacam kayak cacar, yang dirasakan itu panas dan perih," lanjut dia.
Indadari baru menyadari penyakitnya tersebut, saat hamil anak pertama.
Rasa sedih pun menyelimutinya semenjak ia tahu, penyakit tersebut tergolong penyakit langka.

Caisar dan istri (Instagram)
Caisar dan istri (Instagram) ()

"Ini bukan penyakit keturunan, beda sama asma."
Caisar Pernah Berangkat Haji Diundang Raja Arab
Caisar Putra Aditya atau yang dikenal dengan nama, Caisar 'Yuk Keep Smile' berangkat ibadah haji berdasarkan undangan dari Raja Arab, Salman bin Abdul-Aziz Al Saud.
Menurut cerita istri Caisar, Indadari, keluarganya tidak pernah menyangka Caisar akan berangkat haji secepat ini serta mendapat undangan eksklusif dari orang nomor satu di Arab.
"Ohhh, iya sebenernya tidak menyangka, karena waktu itu, sekitar tiga minggu yang lalu, Ustad Khalid Basalama jam setengah 11 malam tuh nelpon, nanya udah haji belum, InsyaAllah tahun ini haji ya, gitu" ungkap Indadari saat Tribunnews.com hubungi via telepon, Rabu (7/9/2016).
Tidak lama setelah dihubungi via telepon, Caisar dan Ustaz Khalid Basalama pun bertemu, dan mengobrolkan mengenai keberangkatan hajinya.
"Gak lama abis di telepon, ketemu sama Ustaz, bilang datanya sudah masuk kedutaan, memang sebelumnya ada yang WhatsApp minta fotocopi passport," ujar Indadari.
Indadari juga mengaku tidak ada kriteria khusus yang dijelaskan Ustaz Basalama sehingga suaminya dapat terpilih oleh Raja Arab berangkat haji.
"Gak tanya tentang kriteria, pokoknya berangkat dapat undangan ya berangkat," ujar Indadari dengan penuh semangat.
Sepanjang pembicaraan via telepon, Indadari berkali-kali mengucapkan kata "tidak menyangka" sebagai ungkapan rasa bahagia suaminya dapat berangkat haji, tanpa melalui antrian panjang.
"Nggak nyangka, ngantrinya kan panjang banget terlintas aja belum, pengen sih tapi gak mungkin berangkat sekarang, tapi kata Allah berangkat ya berangkat," ucapnya.

Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy ()

 Perjalanan ibadah haji Caisar dapat dilihat melalui akun instagram pribadinya, @caisar_abukipsmail. (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)
"Psiosiaris adalah penyakit yang langka dan lumayan jarang (diidap), sempat sedih di awal, tapi sekarang sudah menerima," tutur dia.
Selama mengidap penyakit tersebut, Indadari pun tidak diperbolehkan untuk keluar rumah saat cuaca sangat panas atau sangat dingin.
Ia juga tak diperbolehkan terlalu banyak pikiran atau stres, yang membuat benjolan tersebut akan datang semakin banyak.
Merasa tak secantik dulu karena penyakitnya, Indadari meminta Caisar untuk berpoligami.
"Saya kasihan sama suami saya, sempat terlontar pikiran 'enggak apa-apa sayang kalau mau poligami, aku ikhlas Insya Allah'," kata Indadari seperti dikutip TribunSolo.com dari Dream.co.id.
"Ya saya tahu namanya laki-laki, pasti ingin punya istri yang kulitnya enggak bermasalah dan cantik," ujar Indadari.
Namun, permintaan Indadari itu justru ditolak oleh Caisar.
"Belum tentu yang lain bisa nerima aku apa adanya, nanti di surga juga dapat 70 bidadari, ngapain nambah hanya karena penyakit kamu," tambah Indadari, menirukan penolakan Caisar. (Tribun Solo/Rifatun Nadhiroh)

Sabtu, 11 Februari 2017

Wadaw, Ternyata Jomblo Rentan Meninggal di Usia Muda

Wadaw, Ternyata Jomblo Rentan Meninggal di Usia Muda
Ternyata orang yang terlalu lama melajang (jomblo) cenderung rentan meninggal muda ketimbang mereka yang berpasangan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh John Cacioppo, seorang psikolog di University of Chicago, orang lajang identik dengan rasa kesepian.
Rasa kesepian jomblo inilah yang menurut para peneliti dapat menyebabkan seorang yang lajang lebih rentan terserang penyakit.
Menurut para peneliti, rasa kesepian dapat memicu perubahan seluler pada tubuh.
Hal itu dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk melawan infeksi virus penyebab beragam penyakit berbahaya.
Seperti dilangsir oleh LiveScience (23/11/15), orang yang merasa kesepian akan menunjukkan reaksi sel atau tanda-tanda peningkatan ekspresi gen yang terlibat dalam peradangan atau infeksi .
Menurut Cacioppo, pola perubahan ekspresi gen inilah yang dapat meningkatkan risiko kematian muda pada orang-orang yang kesepian.
Cacioppo mengungkapkan bahwa kesepian juga menyebabkan tubuh seseorang mengalami peningkatan sel imatur atau monosit yang dapat mengganggu kekebalan tubuh.
Hal ini menyebabkan saat terjadi sebuah infeksi bakteri pada tubuh, risiko tubuh mengalami penyebaran bakteri jadi lebih tinggi.
Saat ini, para peneliti yang terdiri dari ilmuwan psikologi dan psikolog sedang melakukan penelitian lanjutan guna mencari efek samping yang lebih akurat dari kesepian
Sumber : tribun Bangka

Dibully Karena Pacarnya Gemuk, Cewek Cantik dan Seksi Cuma Bilang Begini

Dibully Karena Pacarnya Gemuk, Cewek Cantik dan Seksi Cuma Bilang Begini
 Cinta tak mengenal berat badan dan penampilan.
Tampaknya istilah tersebut berlaku untuk wanita asal Vietnam bernama Linh My Nguyen ini.
Kisah cinta ia dan pasangannya yang bernama Nguyen Hu Hai, ini bikin heboh netizen lantaran perbedaan yang dimiliki keduanya.
Jika Linh My Nguyen memiliki tubuh seksi dan wajah cantik, maka pasangannya sekilas tampak berwajah biasa saja.
Bahkan pacarnya tersebut memiliki bobot hingga 83 kilogram.
Tetapi nyatanya hal tersebut tak berpengaruh pada hubungan keduanya.
Dikutip dari kenh14.vn, Sabtu (11/2/2017), pasangan ini mengaku jika perbedaan keduanya acapkali menjadi perhatian baik di kehidupan nyata maupun media sosial.
Kendati demikian, keduanya tetap saling mendukung satu sama lain.
Meskipun banyak pengguna internet yang berkomentar negatif soal hubungan mereka, namun pasangan ini sudah menjalin hubungan selama satu tahun lebih.
Bahkan Valentine tahun ini menjadi Valentine tahun kedua bagi pasangan ini.
Saat Linh mengunggah foto ia dan pacarnya sebagai peringatan hubungan mereka, tak disangka foto-foto tersebut viral di Facebook.
Banyak netizen yang mengatakan jika Hai adalah pria beruntung.
Meski banyak pula yang malah bertanya-tanya apakah keluarga Linh setuju dengan hubungan mereka tersebut?
Menanggapi berbagai tudingan miring ini, Hai mengatakan ia tak ambil pusing soal omongan orang.
"Saya tidak berpikir banyak yang menginginkan apa yang mereka katakan saya hanya tahu perasaan saya adalah nyata dan saya senang itu," kata Hai.
Ia juga mengatakan sejak kecil ia terbiasa hidup sederhana dan bukan dari kalangan orang kaya.
Kini ia dan Linh sedang menyusun rencana untuk membuka toko bersama dan membicarakan pernikahan.
Sedangkan Linh mengaku cukup terkesan dengan perasaan jatuh cintanya bersama Hai.
"Kami pertama kali bertemu di hari Valentine tahun lalu di sebuah kafe favorit, saat itu kami sudah saling bicara tetapi hanya satu dua kalimat."
"Sekitar dua minggu kemudian, kami bertemu lagi lalu makan bersama teman-teman."

"Pada awalnya saya tak memiliki perasaan untuknya, namun perlahan cinta itu bersemi hingga tiga bulan kemudian kami resmi pacaran," kata Linh.
Wah benar-benar kisah cinta yang inspiratif ya?
Kita doakan semoga keduanya segera menikah dan langgeng.(Tribun Solo/Hanang Yuwono)
 

Kamis, 09 Februari 2017

Amelia Yani (Putri Pahlawan Revolusi Ahmad Yani): Soeharto Layak Mendapatkan Gelar Pahlawan

Amelia Yani (Putri Pahlawan Revolusi Ahmad Yani): Soeharto Layak Mendapatkan Gelar Pahlawan


Amelia Yani, putri ketiga Pahlawan Revolusi, Jenderal Anumerta Ahmad Yani, dikenal dekat dengan Soeharto. Saat lengser dan Soeharto jadi sasaran hujatan, Amelia justru bersimpati. Dia kerap menyambangi penguasa Orde Baru itu di Cendana.

Tak hanya sekadar menjenguk, wanita kelahiran Magelang 22 Desember 1948 ini juga tak segan-segan mengungkapkan kegundahan hatinya kepada Pak Harto. Mantan sekretaris Menlu Adam Malik ini mengakui pengagum berat Soeharto. Bukunya berjudul "Sepenggal Cerita dari Dusun Bawuk" menjelaskan itu semua. Oleh Soeharto, dia dipanggil dengan sapaan “Jeng Amelia”.



Itu sebabnya Amelia sangat mendukung usulan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. Ditemui VIVAnews di kantornya di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 19 Oktober 2010 lalu, selama satu jam, wanita yang selama 14 tahun berkarier di UNDP ini menuturkan banyak hal. Berikut petikannnya:

Usulan gelar pahlawan untuk Soeharto memicu polemik, sikap Anda bagaimana?


 Sangat layak Beliau menjadi pahlawan nasional, karena sekarang ini yang namanya pahlawan dengan kriteria beragam itu sangat langka. Mengenai Pak Harto, saya tidak mengenal dari kecil, tidak mengenal. 


Saya mengenal Beliau itu setelah Beliau lengser, setelah tidak menjabat jadi presiden. Setelah itulah saya melihat seorang Soeharto yang tadinya begitu powerful bisa sendirian, nggak ada siapa-siapa. Tapi dalam kesendirian itu justru Beliau menunjukkan seorang Bapak Bangsa.

Bagaimana ceritanya?

Saya melihatnya begini, Beliau menerima saya pun selalu dengan batik rapi, celana panjang yang rapi dengan sepatu, kaos kaki, layaknya Beliau seorang kepala negara, meskipun bicaranya penuh dengan rasa sakit karena lebih banyak diam. Ia pernah bicara dengan saya, salah satunya begini, "Jeng Amelia harus tahu”, katanya pada saya, “Saya sekarang dibilang bajingan oleh rakyat." Waktu itu saya nangis, saya menitikkan air mata. Saya tidak berani mengulang kata seperti itu, karena saya pikir itu sangat menghina.

Nah, kenapa saya bilang layak jadi pahlawan, karena perjuangan Beliau sejak bersama ayah saya dulu-lah di zaman revolusi fisik melawan Jepang, Belanda. Itu apa pun bentuknya anak-anak muda zaman itu tanpa pamrih kan berhasil mereka menjadi Tentara Nasional Indonesia, kemudian merebut Irian Barat, merebut Timor Timur, mengganyang Malaysia.

Mereka semua itu bersama dan Pak Harto kan dijadikan Bapak saya Panglima Kostrad, waktu Bapak saya Menteri Panglima Angkatan Darat. Kostrad itu komando cadangan strategis. Kalau ada apa-apa dialah yang harus menutup kekurangan.

Anda melihat posisi Soeharto sangat penting waktu 1 Oktober itu?

Ya, terbukti waktu 1 Oktober 1965 ketika orangtua kami diculik, dibunuh, kemudian entah dibawa ke mana ketika itu kami tidak tahu. Orang pertama yang berani mengambil situasi tanggal 1 Oktober 1965 itu Jenderal Soeharto di Kostrad sana, di mana kami tahu semua komandan dan pimpinan berkumpul di Kostrad menunggu komando dari Beliau.

Sumber : Berita viral.co

Rabu, 08 Februari 2017

Foto Ini Viral, Netizen Mendadak Bandingkan Jokowi dengan 'Mantan'

Foto Ini Viral, Netizen Mendadak Bandingkan Jokowi dengan 'Mantan'
Setelah bermain futsal bersama sejumlah mentri dan wartawan yang biasa meliput di Istana Kepresidenan di Time Futsal, Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2017), Jokowi langsung mengajak mereka makan bersama.
Hal tersebut diketahui dari postingan foto yang diunggah Fadjroel Rachman, Komisaris Utama PT. Adhi Karya di akun Twitter pribadinya.
Foto yang diberi keterangan "Sehabis futsal versus wartawan istana, Pak @jokowi jajan bersama para Menteri & wartawan. What a life...@PEDOMAN_id," tulisnya di akun @fadjroeL.
Netizen yang melihat unggahan foto ini langsung memberikan komentar yang beragam.
Ada beberapa Netizen bahkan yang membanding-bandingkan Jokowi dengan sang 'Mantan'!
"@fadjroeL @jokowi @PEDOMAN_id beda banget sama mantan ya bang yg high class itu," tulis akun @montezchr
"@fadjroeL cara cerdas menyikapi kegalauan mantan dg main futsal & makan2." tulis akun @JauharFathoni
"@fadjroeL @jokowi @PEDOMAN_id ada yg baper lagi dah," tulis akun @agusprehadi
"@fadjroeL @jokowi @PEDOMAN_id kok nggak di restoran sih..gengsi dong sama Mantan...!" tulis akun @ardinug01026700
Jadi 'Mantan' yang dimaksud Netizen, mantan yang mana nih?
Sumber : Tribunews.com

Polisi Baik Hati, Dikeroyok ABG Tetap Beri Maaf

Polisi Baik Hati, Dikeroyok ABG Tetap Beri Maaf - JPNN.COM
Briptu Noto Eko benar-benar berhati mulia. Anggota Satlantas di Lumajang itu dikeroyok dua ABG mabuk.
Bukannya menuntut secara hukum, Noto memilih memaafkan dua pelajar SMK bernama Tantowi dan Irwan tersebut.
Proses perdamaian antara dua pelajar sebuah SMK itu dengan Briptu Noto dilakukan di Mapolres Lumajang.

Pemukulan bermula saat Briptu Noto menjaga arus lalu lintas di Jalan MT Haryono.
Saat itu, dua pelajar yang sedang berboncengan tak memakai helm. Saat Noto menanyakan tentang surat kelengkapan kendaraannya, mereka tak membawanya.
Saat itu Noto pun hendak membawa dua pelajar ini ke Mapolres Lumajang. Namun, tiba - tiba ia dihajar keduanya.

"Kedua pelaku masih pelajar dan masih memiliki masa depan, sehingga tak diproses secara hukum. Saya berharap, kedua pelajar itu tak mengulangi perbuatannya lagi," kata Briptu Noto.

Atas keputusan korban polisi ini, pelajar tersebut juga meminta maaf dan mengucapkan terima kasih pada polisi yang baik hati tersebut.(end/jpnn)
 

Senin, 06 Februari 2017

Akhir hayat gadis tak berlengan yang hidup di ember ini bikin mewek

Tepat pada Natal, Rahma Haruna menghembuskan nafas terakhirnya. Kabar meninggalnya Rahma Haruna ini cukup menarik perhatian netizen. Pasalnya, kisah hidup remaja asal Nigeria tersebut cukup memprihatinkan. Sebab, dalam kesehariannya, ia hidup dalam ember.
Rahma Haruna, terlahir seperti bayi pada umumnya. Kendati demikian, ia mengidap penyakit misterius yang membuat dirinya tidak mengalami pertumbuhan seperti manusia normal lainnya. Tubuh Rahma hanya sebesar ember.
foto: dailymail.co.uk
Rahma ini tidak memiliki kaki dan badan utuh sehingga membuatnya susah bergerak. Pada akhirnya, keluarganya menaruhnya di ember. Pergerakan ia pun hanya sebatas ember. Tiap berpergian, dirinya selalu dibawa bersama dengan embernya. Ia dibantu oleh saudara laki-lakinya. Di keluarganya, hanya Rahma yang mengalami penyakit misterius ini.
Kisah Rahma menjadi viral berkat unggahan saudaranya yang berusia 10 tahun. Semasa hidupnya, keluarga telah memeriksakan kondisi Rahma. Tak ada satu pun dokter yang mengetahui penyakitnya. Meski mendapati penyakit menimpa dirinya, remaja muslim ini tetap tersenyum dan semangat dalam menjalani hidupnya.
Beberapa waktu lalu, Rahma mendapat bantuan kursi roda untuk membantu pergerakannya. Dilansir dari Dailymail, Selasa (3/1), semasa hidupnya Rahma berkeinginan menjadi pengusaha toko kelontong. Impian gadis malang ini terpaksa harus pupus bersama dengan ujung usianya.
foto: mirror.co.uk
Beberapa netizen mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Rahma. Tak hanya itu, mereka juga mendoakan semoga Rahma mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Seperti video unggahan dari akun Instagram @aphrodija. Pemilik akun Aphrodija ini pada awal tahun 2016 pernah bertemu dengan sosok Rahma. Nah, berikut video haru yang menampilkan Rahma, remaja yang hidup dalam ember.

Selamat jalan Rahma. Semangat hidupmu akan terus kami kenang. 

Buruh dan Mahasiswi Kubur Jasad Bayi Hasil Hubungan Terlarang Mereka di Halaman Warga

Buruh dan Mahasiswi Kubur Jasad Bayi Hasil Hubungan Terlarang Mereka di Halaman Warga
Penemuan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang bikin heboh warga Kampung Jaha RT 02 / RW 01 Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Tangerang. 
Akhir Januari 2017 warga Kampung Jaha RT 02 / RW 01 Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Tangerang digemparkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan.
Bayi ini ditemukan sudah tidak bernyawa dan terkubur di dalam gundukan tanah.
Rahman (64) warga setempat sempat mencurigai isi di dalam gundukan tanah tersebut.
Pasalnya warga sekitar mencium aroma tak sedap dari lokasi penemuan bayi ini.
Lelaki berusia 64 tahun itu pun berinisiatif membongkar gundukan tanah itu. Ia terkejut ternyata di dalamnya terdapat jasad bayi yang sudah terkubur.
Peristiwa ini dilaporkan ke Mapolsek Balaraja. Polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka pada Minggu (5/2/2017) terkait kejadian ini.
Mereka diamankan di kediamannya yang berada tak jauh dari tempat kejadian perkara. Kedua pelaku itu di antaranya lelaki berinisial MW (20) dan perempuan berinisial NM (21).
Para tersangka ini merupakan sepasang kekasih. Bayi yang dikubur di halaman warga tersebut merupakan hasil hubungan gelap.
"Bayi ini dikubur secara diam - diam. Karena hasil hubungan gelap dan takut ketahuan oleh orangtuanya," ujar Kapolsek Balaraja, Kompol Wiwin Setiawan kepada Warta Kota pada Senin (6/2/2017).
MW masih berstatus mahasiswa. Sedangkan kekasihnya yakni NM berprofesi sebagai buruh.
Wanita berumur 21 tahun ini tinggal di kontrakan dekat rumah MW. Sejoli itu merahasikaan hubungan asmaranya, hingga NM berbadan dua.
"Hasil otopsi pada jasad bayi yang ditemukan memang tidak ada tanda-tanda kekerasan," ucapnya.
Polisi pun menjerat kedua tersangka itu dengan Pasal 181 KUHP tentang menyembunyikan, membawa atau menghilangkan jenazah dengan maksud untuk menyembunyikan kematian.
Pelaku terancam 9 bulan hukuman penjara. Lantaran tak ditemukan faktor pembunuhan dalam perkara ini.
"Pengakuan dari tersangka bayinya meninggal karena keguguran. Tapi masih kami dalami dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Wiwin. (Andika Panduwinata)

Kakek 100 Tahun Ini Masih Berdagang Demi Hidupi Keluarga, Kisahnya Bikin Meleleh

Kakek 100 Tahun Ini Masih Berdagang Demi Hidupi Keluarga, Kisahnya Bikin Meleleh
Di usianya yang sudah 100 tahun, Yayat asal Banjaran, Bandung, tetap berjualan makanan ringan di emper toko 
Ketika usia senja, seharusnya seseorang sudah beristirahat di rumah bersama keluarganya.
Selain kondisi fisik yang tak lagi prima, sudah menjadi kewajiban anak-anaknyalah untuk berbakti, dengan merawat orangtuanya seperti ketika mereka kecil.
Namun sayangnya, tidak semua orang lanjut usia (lansia) dapat menikmati hal tersebut.
Entah karena faktor ekonomi atau memang lebih suka bekerja, beberapa di antara mereka lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan tetap mencari nafkah hingga hari tuanya.
Satu di antaranya seperti dilakukan pria berusia 100 tahun di Bandung bernama Yayat. Di usianya yang tak lagi muda, ia tetap berjualan makanan ringan di emper sebuah toko.
Ketika neter bernama Sucahyo Aja bertemu dengannya kemarin, Minggu (5/2/2017), Yayat sedang tertidur sambil menunggui barang dagangannya.
Itu membuat Sucahyo tersentuh, sehingga membagikan cerita kehidupan Yayat di akun Facebook miliknya.
Ia bertemu dengan pria itu di daerah Rencong, Jalan Raya Banjaran, Bandung. Dilihat dari fotonya, Yayat berjualan makanan ringan.
Berikut postingan lengkap Sucahyo.
"Pagi tadi, niat hati mengantar istri untuk belanja bulanan di sebuah supermarket
Sesampai di Borma di daerah Rencong Jl.Raya Banjaran ada satu pemandangan yang bikin hati ini mak nyeess.
Ada seorang kakek tua dengan dagangannya yang begitu sederhana sedang tertidur, mungkin ia kelelahan karena setiap hari harus berangkat dari rumahnya pagi buta, berdagang untuk menghidupi keluarganya.
Abah Yayat namanya, usianya sudah 100 tahun, sudah seharusnya di usianya ini ia beristirahat menikmati hari tuanya.
Tapi tidak untuk abah Yayat yang tinggal berdua dengan istrinya dengan usia 90-an juga.
Ia harus tetep berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ia tak mau menggantungkan hidupnya kepada orang lain.
Selama masih sehat, masih kuat mendingan berdagang daripada meminta-minta.
Tak banyak yang ia dapatkan dalam sehari sekitar 30-50 ribu belum dipotong ongkos angkot dan ojek.
Tak sebanding dengan perjuangannya yang harus berangkat pagi buta dan pulang menjelang Magrib, belum kalau hujan, karena rumahnya yang agak pelosok.
Tak jarang ia naik ojek sambil basah kuyup kehujanan.
Ya Allh Ya Ghofur. Ampuni dosa kami ini yang masih sering mengeluh dengan pekerjaan, yang masih sering mengeluh dengan penghasilan, yang masih mengeluh dengan keadaan.
Jauh. Jauh dibandingkan perjuangan seorang Abah Yayat.
Tak lupa kami selipkan titipan sedekah dari para sahabat Berbagi Senyum, kebahagiaan yang tak terkira tersirat dalam wajah abah Yayat.
Sampai saya disuruh bawa cemilannya gratis. Tapi saya menolak dengan membelinya.
Semoga jadi motivasi buat kita yang mungkin selama ini masih bergantung kepada ortu, yang mungkin masih males-malesan kerja dan yang mungkin belum bisa bersyukur dengan keadaan kita saat ini.
Yuk lariskan dagangannya, Belilah walaupun mungkin kita tidak membutuhkannya, karena mereka berusaha menjaga diri dari meminta-minta. #SelfRemainder #BerbagiSenyum. Menerbar kebahagiaan kepada seluruh manusia."
Pada Tribunjogja.com, Sucahyo menuturkan, Yayat hanya tinggal berdua bersama istrinya yang juga sudah lansia di daerah Sindang Panon, Banjaran. Anak mereka bekerja di Arab Saudi, tetapi jarang pulang.
Yayat menjual makanan ringan seharga Rp 10.000 per tiga bungkus.
Keuntungan yang dia peroleh ungkap Sucahyo, masih dipotong untuk biaya naik angkot dan ojek.
Meskipun demikian, penghasilan dari makanan ringan itu cukup untuk sekadar membeli beras dan lauk pauk.
"Istrinya sehat, tapi ya sehatnya orang tua. Yang penting untuk menyambung hidup. Rumah abah Yayat tidak dilalui angkot sehingga harus naik ojek," ujar Sucahyo. (Tribun Jogja)

Lihat yang Dilakukan Bocah Ini Saat Lihat Ibunya Kepanasan di Gerobak, Sungguh Mengharukan

Lihat yang Dilakukan Bocah Ini Saat Lihat Ibunya Kepanasan di Gerobak, Sungguh Mengharukan
Banyak dari kita yang ingin membahagiakan orangtua tapi merasa pesimis karena belum jadi orang yang sukses.
Padahal membahagiakan orangtua tak melulu harus menunggu punya banyak uang.
Kamu bisa membuat mereka senang dengan cara yang lain. Meskipun sederhana, tindakan ini lebih berharga dari sekedar uang.
Seperti yang dilakukan seorang bocah ini yang duduk bersama ibunya di dalam sebuah gerobak berjalan di jalan raya yang dikelilingi kendaraan roda empat tersebut.
Dalam sejumlah foto yang beredar, bocah tersebut menatap dan memegangi pipi ibunya yang sedang terduduk bersender di gerobak.
Ia seperti terlihat ingin menghibur ibunya yang terlihat lelah karena tak ada atap yang bisa menahan panasnya sinar matahari di gerobak yang mereka tempati.
Kemudian, di foto lainnya, sang bocah seperti ingin menegaskan pada ibunya dengan memberikan ciuman, bahwa ibunya tak sendirian, ada dia yang selalu menemani.
Foto yang diunggah oleh akun Facebook bernama Rizky Ahmad Fadilah menuai simpati pengguna media sosial.
Dalam keterangan foto yang diunggahnya itu, akun ini menuliskan kata-kata yang sangat mengharukan.
"Nanti kalau udah besar, aku akan membeli mobil biar ibu gak kepanasan lagi," tulisnya, Sabtu (2/4/2017).
Facebook/Rizky Ahmad Fadilah
Facebook/Rizky Ahmad Fadilah ()
Netizen yang melihat postingan tersebut memberikan beragam komentar, yang memuji tindakan bocah tersebut.
Berikut komentarnya:
Lince Aritonang Amin ... doa anak yg baik utk bundanya pasti terkabul ...
Dedi dihhh bikin mewek wae
Chaerul Fajar Aku gamau beli mobil tapi utamakan rumah. Buat ibuku hidup biar ga kepanasan ga hujanan. Tidur nyenyak
Eviridha Amiinn..ya allah sedih bgt…
Regina Nova Amiiin ya allah,,subhanallah semoga terkabul cita" anak itu
Neneng Mulya 1 gambar namun memiliki banyak makna.
Sumber : Tribun bangka

Minggu, 05 Februari 2017

Postingan Kiwil Bikin Heboh, Sebut Begini Pelawak yang Hina Ulama

Postingan Kiwil
Hebohnya cuitan Uus yang dianggap netizen menghina ulama ternyata menarik perhatian Kiwil.
Di akun Instagram miliknya, ia pun memberikan sindiran kepada Uus dan Maman Suherman melalui sebuah postingan.
Pada postingan pertama, ia mengunggah gambar dirinya sedang memegang busur dan anak panah.
Foto tersebut kemudian dikolasekan dengan sebuah kalimat.
"Siapapun yang melecehkan ULAMA.... Saya siap menghadapai Anda. Pelawak yang melecehkan ulama adalah pelawak yang nggak punya otak (Kiwil)," bunyi kalimat tersebut.
Postingan Kiwil
Postingan Kiwil
Kemudian di postingan yang kedua, Kiwil bahkan memposting foto Uus dan Maman Suherman yang sudah dikolasekan.
Kemudian di postingan yang kedua, Kiwil bahkan memposting foto Uus dan Maman Suherman yang sudah dikolasekan.

Postingan Kiwil
Postingan Kiwil
"Loe pikir loe lucu dan loe pikir loe cerdas yang gue tau elu berdua...tolol...." tulisnya.
Dua postingan itu pun langsung membuat netizen heboh
Beragam komentar pun diberikan di kolom komentar.
Rata-rata komentar netizen memuji Kiwil yang dianggap berani menyuarakan pendapat.
Berikut adalah beberapa komentar dari netizen :
"Mantap bang setuju @kiwil.ks82 emang si botak kurang asem , bisanya buka aib2 istru di sosmed @uus_"
"Keren bang serius .. lu keren."
"salut, diantara sekian banyak artis yg jaim, bang kiwil berani posting frontal kaya bgni n gak pengecut.."
"Salut sma bang kiwil.."
"Segitunya bro kiwil sama temen."
Sumber : bangkapos

Merinding… Kisah Edi Menikahi Kekasihnya di Barru yang Sudah Jadi Mayat

post-feature-image

Mungkin inilah yang namanya cinta sejati. Ahmad Haidir membuktikan janjinya menikahi Erni, meski sang pujaan hati sudah tidak bernyawa lagi.

“Dia istri saya, dan akan selamanya menjadi istri saya.”

Kalimat ini diungkapkan Edi, sapaan Ahmad Haidir, via telepon, Minggu, 5 Februari, saat menceritakan kisah cintanya yang tragis kepada FAJAR (Jawa Pos Grup). Mimpi indah yang sudah direncanakan selama dua tahun, harus berakhir.

Tuhan berkehendak lain. Pesta pernikahan yang sudah direncanakan pada Oktober mendatang, batal terlaksana. Erni memilih mengakhiri hidupnya dengan racun rumput. Meninggalkan pria yang begitu mencintainya.

Perjuangan Edi mendapatkan cinta Erni dan restu keluarganya, memang penuh tantangan. Pemuda asal Kepulauan Nias, Sumatera Utara ini, menemukan cinta sejatinya di Parepare, dua tahun lalu. Dia bertemu Erni yang waktu itu masih berstatus mahasiswi STIKES Baramuli.

Edi yang bekerja di sebuah koperasi di Parepare, langsung jatuh hati. Butuh waktu hingga akhirnya Erni mau menerima cintanya. Keduanya memutuskan menjalin hubungan serius. Rencana pernikahan perlahan disusun.

Bukan hanya perbedaan budaya yang harus disatukan. Perbedaan keyakinan juga menjadi rintangan. Hingga akhirnya Edi, dengan seizin orang tuanya di Nias, memutuskan menjadi mualaf. Makin muluslah rencana memperistri Erni. Waktunya Oktober nanti, maharnya Rp40 juta.

Edi yang kini bekerja di Enrekang, tak sabar menghitung hari. Namun, sebuah telepon dari Erni, Rabu, 1 Februari, bak petir di siang bolong.

“Dia bilang ingin bunuh diri dengan meminum racun rumput,” ungkap Edi menceritakan pembicaraan dengan calon istrinya hari itu.

Edi langsung menghubungi Wati, ibu Erni, calon mertuanya. Setelah itu dia memacu motornya ke Barru. Jarak 181 km ditempuhnya kurang dari empat jam. Berharap dia masih bisa menyelamatkan nyawa Erni.

Di Barru, mendengar laporan Edi, Wati bergegas ke kamar Erni. Ibu tiga anak ini panik mendapati putrinya sudah lemas. Erni kemudian dibawa ke Puskesmas Madello. Namun kondisinya kian memburuk, hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Parepare.

Edi masih bisa menemui Erni yang kritis. Dengan setia dia mendampingi calon istrinya. Membersihkan tubuh Erni setiap kali muntah hebat. Membelai rambutnya dan membisikkan kalimat semangat agar kembali pulih.

Hingga akhirnya, Kamis dinihari, 2 Februari, wanita yang baru saja menyelesaikan kuliahnya itu mengembuskan napas terakhir. Tangis keluarganya pecah. Edi seolah tak percaya dengan peristiwa tersebut.

“Edi begitu mencintai anak saya. Dia seolah tak melepas pelukan meski telah menjadi mayat,” tutur Wati.

“Ini kehendak Tuhan. Kami sudah mengikhlaskan kepergiannya. Saya juga sudah meminta Edi melupakan anak saya,” lanjutnya.

Orang tua Erni dibuat terkejut dengan jawaban Edi. Dan tak bisa berbuat apa-apa selain mengiyakan permintaan calon menantunya itu.

“Saya sangat mencintai Erni. Niat saya tak berubah, akan tetap menikah dengannya meski tak bernyawa lagi,” kata Edi.

Setelah berdiskusi dengan keluarga, pernikahan akhirnya digelar, Jumat siang, 3 Februari. Lokasinya di rumah duka, tempat jasad Erni disemayamkan di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

Imam masjid di kampung itu menjadi wali nikah. Disaksikan keluarga yang tak bisa menahan kesedihan.

Hari itu, Edi terlihat gagah. Pakaiannya rapi, lengan panjang warna gelap. Kopiah hitam bertengger di kepalanya. Di sampingnya, mayat Erni yang sudah dibungkus kain kafan, terbujur kaku.

Semua berlangsung hikmat dengan derai air mata. Hingga saksi menyatakan “sah” resmilah keduanya menjadi suami istri. Meski beberapa saat setelah itu, Erni diantar ke peristirahatan terakhir oleh keluarga dan sang suami, Ahmad Haidir.[psi]

Sumber : Posmetro