Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2017

Kisah Wanita yang Bayar Utang Dengan 70 Kali Hubungan Badan

Wt, korban perdagangan orang memberi keterangan dalam persidangan terkait terdakwa Laura dan Indra pada perkara tindak pidana perdagangan orang di PN Batam.
Wt (17), seorang wanita nyaris menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada 2016 lalu dari terdakwa Laura Risky dan Syafii alias Indra.
Saat dihadirkan di persidangan, Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (13/2) Wt menceritakan kisahnya dia yang nyaris "dijual" ke Malaysia sebagai pekerja seks komesial (PSK).
Semula dia berkenalan dengan Laura. Waktu itu Wt sedang bekerja di cafe Feby, belakang Kantor BCA Baloi, Juli 2016 lalu. Waktu itu Wt meminta dicarikan pekerjaan, karena gajinya di kafe sangat kecil yakni Rp 1 juta. "Kebetulan dia (Laura) bertanya, saya pun mengeluh minta tolong carikan kerja yang siang hari. Bukan kerja malam," ujar Wt di hadapan majelis hakim seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (14/2).
Komunikasinya dengan Laura berlanjut hingga tawaran pekerjaan itu tiba. Lantas Wt pun menerima pekerjaanitu sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke di sebuah hotel bilangan Batuampar, Batam. Akan tetapi pekerjaan itu hanya dilakoni sehari saja "Saya gak sanggup karena harus minum-minum beralkohol," kata wanita asal Tembilahan, Riau ini.
Lalu Laura kembali menawarkan pekerjaan untuk Wt di cafe The Office daerah Kampung Bule Nagoya, sebagai penari. Hanya saja sebagai pemula dia diminta untuk latihan dalam waktu sebulan pertama. Selama masa latihan itu dia tidak menerima gaji, akhirnya Wt memilih berhenti.
Dua bulan menganggur, Laura datang lagi ke Wt untuk menawarkan kerja di Malaysia. Kerjaan untuk menemani tamu minum. Untuk berangkat ke Malyasia, semua biaya, mulai dari ongkos dan pembuatan paspor telah dibiayai. "Saya tergiur karena dijanjikan dapat upah gak kurang dari Rp 40 juta," sebut saksi.
Menjelang keberangkatan, Wt dikenalkan dengan Koko Angga oleh Laura untuk dibooking seharian dengan bayaran Rp 1 juta. Dibawa ke hotel, Wt harus berhubungan badan dengan Koko itu karena sudah dibayar ke Laura. Hanya sekitar dua jam, Wt dijemput Laura. "Dua kali saya mendapat perlakuan seperti itu, dan hanya terima Rp 250 ribu dari Laura," ungkapnya.
Merasa ditipu, korban pun membatalkan keberangkatannya ke Malaysia. Namun Laura mengancam saksi harus membayar Rp 9 juta untuk ganti rugi pengurusan keberangkatannya seperti paspor dan dokumen lain.
Saksi kemudian dibujuk oleh Indra, yang memodali keberangkatannya itu. Indra menegaskan, wt harus membayar utang Rp 9 juta itu dengan 'short time' 70 kali selama sebulan di Malaysia. "Itu biar utang saya lunas," terang Wt.
Sumber : jawapos
Hingga akhirnya saksi dapat bercerita ke orang tua rekannya, yang kemudian membawa perkara ini sampai ke meja hijau. "Sekarang saya tinggal dengan pendampingan dari rumah singgah," sebutnya.
Keterangan dari saksi korban ini, seluruhnya dibantah kedua terdakwa. Laura mengatakan, semua kejadian tersebut adalah permintaan saksi. "Saya hanya membantu yang mulia," terang Laura. Tapi Wt dengan tegas bahwa keterangannya adalah benar dan dibawah sumpah. Selanjutnya, persidangan dua terdakwa dijadwalkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, pekan depan. (nji/iil/JPG)

Minggu, 12 Februari 2017

Viral di Facebook, Video Satpol PP Keroyok Pedagang, Netizen: Satpol Tempe Mental Tempe

Hasil gambar untuk penertiban pkl di medan
Penertiban pedangan kaki lima (PKL) di depan Universitas Sumatera Utara (USU) Jalan Dr Mansyur Medan diwarnai kericuhan.
Bahkan video pemukulan Satpol PP terhadap seorang pedagang yang diunggah Dewi Sartika Pasaribu di akun facebooknya pada Kamis (9/2/2017) kini menjadi viral.
Video ini telah disaksikan sebanyak 139 ribu penonton dan dibagikan 5.468 kali.


Dalam video ini terlihat puluhan petugas Satpol PP memukuli seorang pedagang berbaju merah, dan meninggalkan pedagang tersebut dengan luka di sekujur tubuh.
Berikut tulisan Dewi Sartika Pasaribu di akun facebooknya;
Ini yg dinamakan mengayomi masyarakat...Yg Tega menindas para2 pedagang...LUAR BIASA SATPOL PP nya..Arogan dan Anarkis...Tepat di depan RSU.USU.....Bantu Share ya teman...
Video ini telah dikomentari sebanyak 723 komentar, beberapa masyarkat mengutuk aksi yang dilakukan Satpol PP. Namun tak sedikit mendukung aksi yang dilakukan Satpol PP tersebut
.ni beberapa komentar dari netizen:
@Mario Adryante Andertee Satpol Tempe = Mental Tempe
@ Bennz Tarigan Macam ga ada aja keluarga satpol PP ini yg susahhh... org kyk gitu di keroyokkk.. MEMALUKAN..!!!
@Maulana Rizqi bubarkan satpol pp. ga berguna buat masyarakat. cuma menjadi penindas masyarakat. gaji dari masyarakat
@Thomas Zhong Intiny kalo dr awal tidak ada yg berjualan di sana maka tidak ada kejadian seperti ini..balik lagi ke masing2 manusianya dlm berpikir mana yg di perbolehkan dan mana yg sudah di larang..sekian dan terima kasih..
@Pak Belalang Razia di tempat hiburan tak berani banyak pegawai2 kalau jentelmen
Selain itu akun Youtube Ayu Sirait juga mengunduh video kekerasan satpol PP tersebut. Video tersebut diberi judul Satpol PP Pukuli Para Pedagang di Medan.
Menilik hal ini Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Medan, Muhammad Sofyan menyebutkan bahwa pumukulan terjadi lantaran ada perlawanan yang dilakukan pedagang ke petugas Satpol PP.
Sofyan mengungkapkan, ada tiga anggotanya yang terluka dalam penertiban ini.
"Anggota saya diserang, ada yang terluka di kepala dan lengan. Kalau diserang kita pasti melawan. Kita sedang bertugas menegakkan peraturan," kata Sofyan kepada www.tribun-medan.com.
Berdasarkan pengamatan Tribun-medan.com, puluhan pedagang telah kembali berjualan. Tak terlihat Satpol PP melakukan pengamanan di area tersebut.
umber  : tribun Medan.com

Kamis, 09 Februari 2017

Bongkar! DPR Temukan Banyak WNA Cina Berstatus Narapidana Masuk ke Indonesia

Bongkar! DPR Temukan Banyak WNA Cina Berstatus Narapidana Masuk ke Indonesia


Banyak warga Republik Rakyat Cina yang masuk ke Indonesia dan berstatus narapidana, kata anggota Komisi II DPR RI, Sutriono.

Politikus PKS itu mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi di kantor Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur,  hari ini.

"Walikota Batam bilang ke saya bahwa saat ini banyak masuk warga negara RRC yang statusnya adalah narapidana," kata Sutriono.

Pemerintah pernah mengklarifikasi isu tenaga kerja asing, khususnya asal RRC pada Desember 2016. Kala itu, presiden Joko Widodo membantah bahwa tenaga kerja asal Cina yang masuk ke Indonesia jumlahnya mencapai puluhan juta. Kata Jokowi, tenaga kerja RRC di Indonesia saat ini hanya berjumlah 21.000 orang.
Sutriono tidak menyebutkan data jumlah warga RRC berstatus narapidana yang masuk ke Batam secara rinci.

Anggota Komisi II lainnya, Abdul Halim juga mengatakan, ada pekerja asal RRC di daerah Lebak Banten yang bekerja di pabrik semen. "Kami tanya ke kelurahan, lurahnya bilang tidak pernah keluarkan KTP. Tapi mereka punya KTP dan bahkan e-KTP," kata Abdul Halim.

Hal yang sama juga diungkapkan, anggota Komisi II DPR dari PPP Ahmad Baidhowi. Kata dia, pekerja asing juga ditemukan daerah Banyumas, Jawa Tengah. "Tidak hanya RRC, tapi juga negara lain yang memiliki KTP setempat," kata Baidhowi.[rmn]
Sumber : Warta umat.com

Terkubur Hidup-hidup di Tambang Timah Mapur, Tubuh si Bungsu itu Empat Hari Baru Ditemukan

Terkubur Hidup-hidup di Tambang Timah Mapur, Tubuh  si Bungsu itu Empat Hari Baru Ditemukan
Proses evakuasi terhadap korban Sumarno (25) di lokasi tambang di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, Kamis (9/2/2017). Sumarno ditemukan sudah meninggal, setelah tertimbun longsoran tanah di tambang tersebut, sejak Senin (6/2/2017). 
Setelah empat hari dicari, korban Sumarno yang terkubur longsoran tanah di lokasi tambang IUP PT Timah, di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip, akhirnya ditemukan di Kamis (9/2/2017) sekitar pukul 09.40 WIB pagi .
"Korban sudah meninggal, sekarang baru mau diangkat, baru saja ditemukan, dan akan dievakuasi," kata Kades Mapur Agus Sari ketika menghubungi bangkapos.com Kamis (9/2/2017).
Sumarno (25) warga Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, terkubur longsoran di lokasi tambang itu, sejak Senin (6/2/2017) lalu, dan baru ditemukan dalam kondisi meninggal, Kamis (9/2/2017).
Tubuh pria malang ini langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu.
Camat Riausilip Saparudin, Kades Mapur dan Kapolsek Riausilip Iptu Christo Nender, menjemput dan turut mengantarkan jenazah Sumarno ke Mengkubung

Proses pencarian korban Sumarno, yang tertimbun longsoran tanah di Tambag IUP PT Timah di Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Rabu (8/2/2017). Korban Sumarno tertimbun longsoran tanah sejak Senin (6/2/2017) lalu.(
Proses pencarian korban Sumarno, yang tertimbun longsoran tanah di Tambag IUP PT Timah di Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Rabu (8/2/2017). Korban Sumarno tertimbun longsoran tanah sejak Senin (6/2/2017) lalu.( (bangkapos.com/Riyadi)

Saparudin mengatakan, jenazah korban langsung dibawa ke Mengkubung.
"Akan dimakamkan di sana (Mengkubung), kami bersama Pak Kapolsek dan Kades Mapur, akan mengantarkan jenazah ke Mengkubung," ujar Saparudin ketika menghubungi bangkapos.com Kamis (9/2/2017).
Korban Sumarno (25) warga Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, tertimbun longsoran tanah di lokasi tambang di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Senin (6/2/2017) lalu dan baru ditemukan Kamis (9/2/2017) sekitar pukul 09.40 WIB lalu.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Sumarno (25), di Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, Kamis (9/2/2017).
Sumarno adalah anak paling bungsu dari 11 bersaudara.
Sumarno tertimbun longsoran tanah di lokasi tambang Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip, sejak Senin (6/2/2017) sore dan ditemukan tak bernyawa lagi di hari Kamis (9/2/2017) sekitar pukul 09.40 WIB lalu.
Camat Riausilip Saparudin menyatakan turut berbela sungkawa.
"Kami bersama Polsek Riausilip dan Kades Mapur menyatakan turut berberla sungkawa, semoga almarhum diterima di sisi-Nya. Suasana di kelurga besar di Mengkubung, ya sedih lah, tapi keluarga besar tadi terlihat sabar, ikhlas dan tabah menerima apa yang terjadi, kami tadi juga mengantarkan korban sampai di rumah duka," ujar Saparudin kepada bangkapos.com Kamis (9/2/2017).
Keluarga Ikhlas
Sebelumnya, Keluarga besar Sumarno (25) dari Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, sejak Senin (6/2/2017) sore hingga Rabu (8/2/2017) hari ini, stanby di lokasi tambang Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip.
Keluarga penuh harapan, Sumarno bisa segera di temukan.
Rahman (kakak kandung Sumarno), menyebutkan, dia (Sumarno) adalah adik paling bungsu
"Adik saya sudah dua bulan kerja di tambang ini. Sumarno adik paling bungsu dari 11 bersaudara, keluar besar kami semua ngumpul di sini (tambang Air Rengas), kami berharap adik saya itu bisa segera ditemukan," tutur Rahman juga Kadus Mengkubung ini, kepada bangkapos.com Rabu (8/2/2017).
Menurut Rahman, apa yang terjadi ini, adalah musibah, kecelakaan kerja.
"Ini musibah dan kami harus menerima dengan ikhlas. Terkecuali apa yang terjadi itu ada unsur kesegajaan," ujar Rahman.
Rahman juga Kadus Mengkubung tersebut menuturkan, rasanya tidak percaya kalau Sumarno mengalami musibah kecelakaan tambang.
"Kami benar-benar syok, dia (Sumarno) adik kandung kami, dia yang paling, bagaimana tidak syok, dia itu adik tersayang di keluarga besar kami," tutur Rahman di lokasi tambang Air Rengas Desa Mapur, Rabu (8/2/2017).
Menurut Rahman, yang punya tambang (Kamarudin), juga merupakan kakak paling tua.
"Jadi kami ini keluarga besar, kami 11 saudara," kata Rahman.
Rahman dan keluarga besarnya, berharap proses pencarian terhadap Sumarno, segera membuahkan hasil.
"Kami ingin melihatnya, bagaimanapun kondisinya, ," tutur Rahman.
Dikatakan Rahman, keluarga besar yang datang ke lokasi, tidak hanya dari Mengkubung saja, tapi yang dari Bangka Barat, juga ada di lokasi tambang.
Sumarno mengalami musibah tertimbun longsoran tanah di tambang tersebut, Senin (6/2/2017) lalu dan sampai Rabu (8/2/2017) belum ditemukan.
Upaya pencarian terus dilakukan menggunakan enam unit exavator dan dilakukan dengan cara manual.
Beberapa pegawai PT Timah, juga berada di lokasi, untuk memantau perkembangan pencarian korban Sumarno.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa ini, seorang pegawai PT Timah tersebut meminta agar langsung ke Humas PT Timah.
"Kami tidak berkompeten menjelaskan, hubungi langsung Humas PT Timah saja, karena informasi dan keterangannya satu pintu. Lokasi ini merupakan IUP PT Timah, setiap ada laka kerja di lokasi tambang, kami pasti turun ke lapangan," ujar seorang pegawai PT Timah di lokasi Tambang Air Rengas Desa Mapur.
Satu Exavator Terbenam

Satu unit exavator (sebelah kanan) sebagian terbenam, setelah diterjang longsoran tanah nyaris  di lokasi tambang di IUP PT Timah di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Senin (6/2/2017), hingga Rabu (8/2/2017) belum di tarik. Alat berat tersebut tertimbun longsoran tanah, bersamaan dengan peristiwa tertimbunnya penambang bernama Sumarno (25) warga Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, di lokasi sama, Senin (6/2/2017).
Satu unit exavator (sebelah kanan) sebagian terbenam, setelah diterjang longsoran tanah nyaris di lokasi tambang di IUP PT Timah di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Senin (6/2/2017), hingga Rabu (8/2/2017) belum di tarik. Alat berat tersebut tertimbun longsoran tanah, bersamaan dengan peristiwa tertimbunnya penambang bernama Sumarno (25) warga Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, di lokasi sama, Senin (6/2/2017). (bangkapos.com/Riyadi)

Satu unit exavator (alat berat) warna orange di lokasi tambang di IUP PT Timah di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip posisinya nyaris terbalik.
Pasalnya sebagian sudah terbenam, akibat tertimbun longsoran tanah di lokasi tersebut, Senin (6/2/2017), hingga Rabu (8/2/2017) belum bisa ditarik.
Alat berat tersebut tertimbun longsoran tanah, bersamaan dengan peristiwa tertimbunnya penambang bernama Sumarno (25), warga Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, di lokasi sama, Senin (6/2/2017).
Posisi alat berat itu, hanya beberapa dari dasar camuy tempat warga mencari keberadaan Sumarno, yang hingga kini belum ditemukan.
Sebelumnya, Kades Mapur Agus Sari mengatakan, saat dinding tambang itu longsor, langsung menerjang dan menimbun Sumarno, satu unit alat berat posisinya juga terbenam setengah.
"Operator alat berat, Ali, warga Pangkalpinang selamat dalam peristiwa longsornya tanah di lokasi tambang tersebut, satu orang pekerja yakni Sumarno sampai saat ini belum ditemukan, karena tertimbun longsoran tanah dan lumpur," ujar Agus Sari.(*)
Sumber : Tribun Banglka

Pedangdut Cantik Ini Diajak Tidur Pejabat hingga Video Celana Dalam di Kepala

Hasil gambar untuk wika febrina putri
Pedangdut cantik yang satu ini, tengah heboh diperbicangkan netizen.
Ia adalah Wika Febrina Putri, yang akrab disapa Wika Salim.
Wanita berusia 25 tahun ini mengawali karier pada sebuah program ajang kompetisi pencarian bakat di Indosiar, yakni StarDut.
Saat itu, Wika masih berusia 16 tahun. Kemudian Wika tergabung dalam Trio Vocal bergenre Dangdut Modern dan telah mengeluarkan tiga single.
Tak hanya itu, Wika juga kerap menjajal bakatnya di dunia akting.
Ia pernah bermain pada beberapa judul sinetron di antaranya Emak Ijah Pengen ke Mekah bersama Andika Pratama.
Wika juga ikut berperan di beberapa judul FTV, dan namanya juga cukup dikenal sebagai presenter acara televisi.
Di antaranya Eat Bulaga Indonesia, Inbox, DT3RONG, dan banyak lainnya.
Wika pernah menceritakan pengalaman hidupnya yang dulu susah
Tak hanya itu, Wika juga kerap menjajal bakatnya di dunia akting.
Ia pernah bermain pada beberapa judul sinetron di antaranya Emak Ijah Pengen ke Mekah bersama Andika Pratama.
Wika juga ikut berperan di beberapa judul FTV, dan namanya juga cukup dikenal sebagai presenter acara televisi.
Di antaranya Eat Bulaga Indonesia, Inbox, DT3RONG, dan banyak lainnya.
Wika pernah menceritakan pengalaman hidupnya yang dulu susah
Sumber : tribun Bangka

Rabu, 08 Februari 2017

Ada yang Sebut Markobar Mengandung Minyak Babi, Ini Jawaban Menohok Gibran

Ada yang Sebut Markobar Mengandung Minyak Babi, Ini Jawaban Menohok Gibran
Baru-baru ini netizen dibuat heboh, lantaran ada isu negatif yang tersebar di media sosial mengenai Markobar.
Usaha makanan milik putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka ini disebut-sebut mengandung minyak babi.
Salah satu akun yang gencar membeberkan hal tersebut adalah akun Bangkit Melawan melalui Twitternya @Investigator_JR.
"hati hati makan martabak markobar mengandung minyak babi,"begitu tulisnya dalam akun twitter.
Melihat kicauan tersebut, banyak netizen yang mempertanyakan postingan tersebut.
Mereka bertanya karena tak ada fakta atau bukti pendukung yang menguatkan cuitannya tersebut.
Akun tersebut tak memberikan jawaban pasti mengenai data, ia hanya menjawab beberapa pertanyaan netizen tersebut dengan mengatakan itu kebebasan mereka.
"kalau kamu suka martabak berminyak babi ya makan saja, tak ada yg melarang," tulisnya menjawab pertanyaan netizen.
Markobar
Akun tersebut juga meminta Gibran menyerahkan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuktikan bahwa markobar miliknya bebas minyak babi.
Bagaimana jawaban Gibran?
Gibran ternyata memantau kicauan-kicauan tersebut.

Namun seperti biasa, ia tak banyak komentar.
Melalui akun @Chilli_Pari, Gibran hanya menuliskan kaliman sederhana.
"Saya sedang menyimak twit2 cerdas dari rekan saya @Investigator_JR," tulisnya.
Dalam postingan terbaru, Rabu (8/2/2017) sore, akun @Chilli_Pari tampak mengunggah Martabak Markobar 8 rasa lengkap dengan bahan dan harganya.
Melihat jawaban Gibran, banyak netizen yang mengusulkan agar pemilik akun Bangkit Melawan dilaporkan karena menurut mereka telah mencemarkan nama baik.
Ada juga netizen kagum dengan sikap Gibran yang dinilai dewasa menyikapi permasalahan serius yang menimpanya, tidak mudah tersulut emosi.
@BobyThg @Chilli_Pari @Investigator_JR walah kepribadian mas Gibran emang levelnya mengagumkan... ga kaya sebelah.... ga baperan .....
‏@IslamiatiHidyaP @Chilli_Pari @Investigator_JR pengen martbaka tapi gak punya uit kali mas kasih aja tar juga mingkem wkwkwkwk
‏@aypuspitas @Chilli_Pari nyimak twit Ikatan Kritis dan Smart jadi laper.... pengen makan Markobar dan minum Equil :D
‏@Aku_Bapakmu_Loh @Chilli_Pari Ga ada niat laporin bang? Ini tuduhan serius loh. Kata dia @markobar1996 pakek minyak babi di impor dari China
Publik sempat dihebohkan dengan postingan official resmi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang mengunggah foto sebuah sandal jepit berwarna biru.
Dalam postingan tersebut disebutkan Jokowi sedang berkunjung ke Balikpapan dan menyempatkan mampir ke superblok untuk membeli sandal.
Aktivitasnya itupun diunggah di Twitter, Instagram dan Facebook dan langsung viral.
Menyusul postingan tersebut, sandal produksi dalam negeri yang diketahui bermerek Fladeo itu pun laris manis.
Nah, kenapa Jokowi tidak mempromosikan usaha milik putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang diketahui memiliki usaha martabak bernama Markobar?
Disinggung mengenai hal tersebut, Gibran memiliki jawaban yang mengejutkan.
Pria berdarah Solo ini juga mengaku tidak pernah meminta ayahnya untuk mempromosikan bisnis Markobarnya.
"Janganlah, kalau bapak mau mampir tetap saya terima. Tapi kalau diminta promosikan itu tidak boleh," jawabnya, saat berkunjung di Kantor Tribun Manado, Sabtu (10/12/2016).
Tetapi, Gibran tak menampik, saat ada waktu ngumpul bareng ayahnya, ia sambil guyon berpesan agar saat blusukan ke daerah, Jokowi sempatkan mampir ke gerai martabak Markobar miliknya
Untuk diketahui, Gibran menyempatkan mampir ke Kantor Tribun Manado di sela kunjungannya mengembangkan bisnis martabak Makobar miliknya.
Kedatangan Gibran disambut Pimpinan Perusahaan Tribun Manado Fahmi Setiadi dan Pemimpin Redaksi Tribun Manado Ribut Raharjo.
Percakapan hangat tampak terlihat di antara mereka mulai dari pengalaman membuka bisnis dan kiat-kiat jadi pengusaha sukses.
"Jalani saja dulu, jangan terlalu banyak mikir. Kalau usaha sudah sukses akan datang dengan sendirinya," ujar Gibran.
Namun Gibran juga menambahkan konsekuensi dari bisnis harus tetap dipertimbangkan.
"Konsekuensinya juga harus diantisipasi karena ini kan bisnis," jelasnya.
Sumber : Tribunews.com

Senin, 06 Februari 2017

Gadis Rasa Janda di Puncak

Pelacur Maroko ditangkap saat layani pria Arab Saudi di Puncak
Kantor Urusan Agama (KUA) Cisarua, Bogor, Jawa Barat mencatat, ada 10.411 gadis yang tersebar di sembilan desa menunggu calon suami untuk siap menikah.Mereka rata-rata berusia 16-18 tahun.
Ridwan, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cisarua gadis tersebut siap menikah.
Namun di tengah ribuan gadis yang belum menikah tersebut, terdapat cerita menarik di Kampung Cisampay, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Puncak Bogor.


Wilayah yang menjadi basis wisatawan Timur Tengah ini menyisakan banyak cerita. Salah satunya tentang gadis rasa janda.
“Kenapa di bilang gadis rasa janda, karena di kampung ini, banyak ditemukan janda ber-KTP gadis. Mereka umumnya sudah merasakan kawin kontrak. Karena malu status, KTP dibuat belum menikah,”ujar Ridwan.
Banyak gadis desa, kini hidup menjanda, lantaran ditinggal suami kontraknya. Mereka berstatus janda, namun berstatus belum kawin, lantaran laki-laki yang pernah hidup bersama mereka, sifatnya hanya sementara dan tak resmi.
“Hampir separuh wanita yang telah menikah di wilayah ini status di KTP tertulis belum kawin. Menurut data ada 32 perempuan yang pernah menjalani kawin kontrak, namun mengaku gadis,”paparnya.
Nori Amalia 21, satu dari sekian janda kawin kontrak mengaku, ia masih berstatus gadis, karena perkawinannya dengan pria Arab, sifatnya hanya sementara.
“Kalau kawin kontrak, tak perlu rubah status di KTP. Status saya masih tetap gadis dong. Kan kawin kontrak itu terjadi, karena kebutuhan saja,” ujar wanita berbadan sintal ini.
Ia tetap bersikukuh, masih gadis, walau sudah memiliki anak dari kawin kontraknya itu. Prinsip jika dirinya masih gadis, semata-mata tujuannya untuk mendapatkan suami lagi.
“Coba tanya saja ada wanita muda lagi bawa anak. Itu pasti dikenalkan sebagai adiknya, bukan anaknya. Itu agar bisa kawin lagi,”katanya memberi penjelasan.
Nori mengaku, kawin kontrak antara gadis lokal dengan pria Arab masih terjadi. Walai tidak seramai dulu, namun praktek ini masih ada.
“Kalau dulu kawin kontrak hanya dengan pria asal Timur Tengah. Sekarang malah dengan warga asing asal Tiongkok dan Korea,”katanya.
Dataran yang berada di wilayah Selatan Kabupaten Bogor ini menjelma menjadi tempat bermukimnya imigran-imigran daerah konflik. Mulai dari Afghanistan, Pakistan, Irak dan Oman.
Terakhir hadirnya wanita PSK asal Maroko. Para magribi, sebutan untuk PSK Maroko ini mendapat perhatian serius pihak Imigrasi dan kepolisian sehingga beberapa kali dirazia. (yopi)
Sumber : Poskotanews

Sabtu, 04 Februari 2017

Astaghfirullah!! Menghina Dan Memojokkan Ulama, Kini ILK TRANS 7 Menjadikan Ulama Sebagai Tertawaan!


Astaghfirullah!! Menghina Dan Memojokkan Ulama, Kini ILK TRANS 7 Menjadikan Ulama Sebagai Tertawaan!

 Trans7 sebagai  media swasta menghadirkan acara lawakan yang mampu mengundang tawa dan melepas penat masyarakat.  Namun, ada acara yang sebenarnya hal tersebut tidak pantas dan tidak layak dibahas oleh acara ILK karena berkaitan dengan SARA.

pada acara ILK 29 Januari 2017.  Acara tersebut membahas tentang aksi lapor dan Melapor.  Bahasan utama yang sedang panas dimasyarakat adalah ulama dan Imam Besar Umat Islam. Pelawak hina, menjadikan Imam Besar dengan lawakan hina mereka,  acara tersebut juga telah menghadirkan para penghina ulama



Mereka terdapat 7 orang yang menghina dan menjadikan ulama sebagai bahan lelucon mereka, 7 diantara yakni: Uus, Bedu, Komeng, Jarwo Kuat, Ronald, Yeyen, dan Deni sebagai Host acara ILK TRANS 7 tersebut.

Apa yang bisa diperbuat oleh umat Islam saat sekarang,  ketika pemerintah telah lalai dari menegur media yang dengan sengaja menghina,  menyudutkan dan membuat ulama dijatuhkan wibawa nya.



Untuk lebih jelas,  bagian mana sajakah acara ILK mengapa layak dijauhi dan diboikot oleh umat Islam.

Berikut potongan video yang menjelaskan bagian-bagian penghinaan dan lawakan bodoh dari pelawak hina.  Semoga laknatullah untuk penghina ulama. [Ibnu/Mediaislam.Org]

Berikut Videonya:





Sumber : Media Islam

Senin, 19 Desember 2016

Bukan Cuma Mirip Yuan, Netizen Sebut Rupiah Baru Mirip Uang Israel dan Kanada, Ini Buktinya

Bukan Cuma Mirip Yuan, Netizen Sebut Rupiah Baru Mirip Uang Israel dan Kanada, Ini Buktinya
Warga menunjukkan uang kertas rupiah baru tahun emisi 2016 usai melakukan penukaran di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia hari ini resmi meluncurkan sebanyak tujuh uang rupiah kertas dan empat uang rupiah logam tahun emisi 2016 antara lain pecahan Rp100.000 (gambar utama Ir Soekarno dan Moh. Hatta), Rp50.000 (gambar utama Ir. H. Djuanda Kartawidjaya), Rp20.000 (gambar utama G.S.S.J Ratulangi), Rp10.000 (gambar utama Frans Kaisiepo), Rp5.000 (gambar utama K.H Idham Chalid), Rp 2.000 (gambar utama Mohammad Hoesni Thamrin) dan Rp1.000 (gambar utama Tjut Meutia), pecahan logam, mulai dari Rp 1.000 (gambar utama I Gusti Ketut Pudja), Rp500 (gambar utama Letjend TNI T.B Simatupang), Rp200 (gambar utama Tjiptomangunkusumo) dan Rp100 (gambar utama Herman Johannes). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAM 
TRIBUNNEWS.COM - Desain uang rupiah kertas dan logam tahun emisi 2016 yang resmi dikeluarkan dan diedarkan Senin (19/12/2016), memantik perhatian netizen.
Di linimasa jejaring sosial Twitter, tagar #UangBaruSemangatBaru sempat menjadi trending topic.
Banyak dari mereka yang antusias dengan munculnya desain baru uang rupiah yang memiliki tampilan yang lebih berwarna.
Sejumlah netizen juga menyampaikan harapannya dengan keluarnya uang baru ini mampu membawa perekonomian lebih baik.
Namun di sisi lain banyak netizen yang melihat desain uang rupiah yang berwarna-warni tersebut memiliki kemiripan dengan mata uang Cina, Yuan.
Alhasil, netizen berbondong-bondong mengunggah foto mata uang rupiah yang baru dengan mata uang Yuan di Twitter.
Setelah muncul wacana kemiripan tersebut, ternyata sejumlah netizen malah membandingkan rupiah dengan mata uang negara lain.
Sindiran tersebut awalnya dicuitkan oleh netizen dengan akun @habibthink.
"Mereka tidak pernah kehabisan bahan," cuit @habibthink sambil menyisipkan meme untuk menyindir netizen lain yang gembar-gemborkan kemiripan rupian dan Yuan.
Kemudian, postingan @habibthink tersebut dibalas oleh netizen dengan akun @Shamr00g.
Dalam postingannya, @Shamr00g menyamakan rupiah tampilan baru tersebut dengan mata uang Israel, Shekel.
"@habibthink ngga sekalian disamain sama Shekel nya Israel bib?" kicau @Shamr00g sambil menyisipkan wajah uang Israel itu.
Ada pula netizen dengan akun @Reszaaa_ yang turut membandingan rupiah anyar itu dengan mata uang Dollar Kanada.
"@habibthink mirip ini juga bib, Dollar Canada," cuit @Reszaaa_ sambil menyempilkan foto mata uang Kanada.
Peluncuran
Bank Indonesia (BI) hari ini, Senin (19/12/2016) meluncurkan uang NKRI dengan desain baru.
Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam.
Uang desain baru dengan berbagai pecahan tersebut menampilkan 12 pahlawan nasional yang ditetapkan sesuai dengan keputusan presiden.
Dari informasi resmi yang dirilis oleh Bank Indonesia, masyarakat bisa mulai mendapatkan uang dengan desain baru tersebut setelah diluncurkan.
Selain di Bank Indonesia, masyarakat bisa menukarkan uangnya uang desain baru di Blok M Square, Jakarta Selatan.
Tempat penukaran uang desain baru di Blok M Square dijadwalkan dibuka pada pukul 11.00 atau setelah acara peluncuran.
Gubernur BI Agus Martowardojo juga akan hadir di tempat ini.
Dua belas pahlawan nasional yang ditampilkan pada uang emisi 2016 tersebut yakni:
1. Dr Ir Soekarno (Proklamator kemerdekaan RI, Presiden Pertama RI)
2. Drs Mohammad Hatta (Proklamator kemerdekaan RI, Wakil Presiden Pertama RI)
3. Ir H Djuanda Kartawidjaja (Pengukuh kedaulatan Indonesia)
4. Letjen TNI TB Simatupang (Pelindung kemerdekaan Indonesia)
5. Dr Tjipto Mangunkusumo (Pendiri Tiga Serangkai)
6. Prof Dr Ir Herman Johannes (Pelindung paripurna Indonesia)
7. Mohammad Hoesni Thamrin (Perintis revolusi kemerdekaan Indonesia)
8. Tjut Meutia (Pejuang kemerdekaan Indonesia dari era kolonial Belanda)
9. Mr I Gusti Ketut Pudja (Tokoh penentu NKRI)
10.Dr GSSJ Ratulangi (Gubernur pertama Sulawesi)
11. Frans Kaisiepo (Pahlawan kemerdekaan Indonesia)
12. Dr KH Idham Chalid (Guru besar Nahdatul Ulama)
sumber ; Tribunews.com

Rame-rame Pekerja China Ilegal Masuk Jatim

Rame-rame Pekerja China Ilegal Masuk Jatim
Pekerja asing asal China diduga melanggar peraturan ketenagakerjaan di Jatim karena tidak memiliki keahlian khusus. Mereka masuk menggunakan visa kunjungan wisata, kemudian  bekerja sebagai tenaga kerja kasar. Pemprov dinilai kecolongan.

Ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal China ditemukan di sejumlah pabrik di Jawa Timur. Salah satu perusahaan yang mempekerjakan ratusan TKA itu yakni di PT Wuhan Engineering di Gresik (pabrik Amoniak Urea II milik PT Petrokimia).
Sebuah sumber menyebut, keberadaan pekerja asing asal China itu tidak hanya dipekerjakan oleh PT Wuhan tapi juga oleh PT Eleco selaku sub kontraktor proyek Amurea II yang ditangani PT Pupuk Indonesia Energy (PIE), PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Adhi Karya.‎
Orang-orang China tersebut diduga melanggar peraturan ketenagakerjaan di Jatim, karena tidak memiliki keahlian khusus, melainkan sebagai tenaga kerja kasar. Pemprov dinilai kecolongan atas keberadaan tenaga kerja asing ini.
Menanggapi hal itu, Kepala Disnakertransduk Jatim Sukardo tidak membantah adanya TKA asal Tiongkok di PT Wuhan tersebut. Dan jumlahnya sebanyak 76 orang TKA. Mereka inilah yang menggarap proyek di pabrik Urea dan Amoniak milik BUMN PT Petrokimia Gresik.
“Sejak April hingga November 2016 ada TKA 76 orang asal Tiongkok. Perusahaannya ada tiga kontraktor. Pada Juni 2016 tim Disnakertransduk Jatim telah turun melakukan pengawasan,” ungkap Sukardo, Rabu (14/12/2016).
Dijelaskan, soal hasil pengawasan tim dari Disnakertransduk Jatim diketahui dari 76 orang TKA untuk izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang masih berlaku hanya 32 orang TKA. Sedangkan sisanya 44 orang TKA masih proses perpanjangan alias masih diurus.
“Pada November 2016, juga telah dilakukan sweepping dari pihak Imigrasi Tanjung Perak. Kemudian, pada 1 Desember 2016 juga ada somasi dari asosiasi pekerja proyek di sana kepada perusahaan. Itu informasi dari Disnaker Gresik. Langkah selanjutnya, mereka melakukan koordinasi dengan imigrasi dan kepolisian,” tegasnya.
Pihaknya mengaku akan terus melakukan pengawasan dengan menurunkan tim pengawas melakukan pemeriksaan apakah ada kesesuaian IMTA dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).
Sementara, berdasarkan data yang dimilikinya hingga saat ini telah masuk sebanyak 3.460 TKA yang telah terdaftar masuk ke Jatim. Dari jumlah itu sebagian besar sebanyak 40 persen berasal dari Tiongkok. Mereka tersebar di kawasan Industri yang ada di ring satu seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan.
“Pelanggaran terbanyak TKA di Jatim adalah masuk dengan visa kunjungan wisata, tapi disalahgunakan untuk bekerja. Sedangkan untuk TKA yang terdaftar itu masuk ke Jatim atas izin perusahaan yang mempekerjakan,” pungkasnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menanggapi serbuan TKA yang disinyalir ditempatkan secara ilegal di sejumlah perusahaan di Jatim.
Gus Ipul, sapaannya, dengan tegas menyatakan kasus ratusan TKA asal China yang bekerja di PT Wuhan Engineering Gresik merupakan pelanggaran dan harus segera ditindak.
“Untuk kasus TKA asal China di Gresik itu memang ada pelanggaran. Separuh (32 orang) punya izin, separuh (44 orang) katanya masih dalam proses. Kan itu enggak benar,” tegasnya di Surabaya, Kamis (15/12/2016).
Karena itu, ia meminta hal tersebut menjadi perhatian semua pihak agar perusahaan-perusahaan tidak seenaknya mempekerjakan orang asing yang tidak memiliki izin.
Gus Ipul bahkan berani menjamin Pemprov Jatim akan bersikap tegas dengan memberikan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan ‘nakal’ ini. Namun tak disebutkan sanksi apa yang dimaksud pria yang juga mantan Menteri era Presiden SBY itu.
“Nanti akan kita cobalah. Kita akan lihat sanksi-sanksi yang memungkinkan. Tapi pasti akan diberikan sanksi, (termasuk BUMN PT Petrokimia Gresik), iya pastilah, pasti. Semua akan terkena sanksi kalau tidak sesuai prosedur,” cetusnya.
Lebih lanjut, untuk memastikan keberadaan warga asing di Jatim yang ilegal, Pemprov Jatim juga telah menggelar rapat dengan Kementerian Hukum dan HAM. Dari pertemuan itu, faktanya ada beberapa indikasi pelanggaran keimigrasian yang dilakukan sebagian besar oleh warga negara asing asal Cina.
“Data yang masuk ke saya menyebutkan pelanggarannya meningkat. Pada 2015 ada 16 pelanggaran keimigrasian, dimana 14 pelanggaran dilakukan warga negara China. Tahun 2016 ini ada 150 sampai 200 WNA masuk dari Bandara Juanda Surabaya sudah over stay tapi sampai saat ini belum diketahui keberadaannya,” pungkasnya.
Sementara data Aliansi Buruh Jawa Timur menyebutkan di Jatim sudah ada sekitar 2.000 TKA ilegal yang sebagian besar atau 90 persennya berasal dari China. Keberadaan mereka saat ini tersebar di sejumlah perusahaan di Jawa Timur seperti di Surabaya, Gresik, Probolinggo, Pasuruan dan Lamongan.
Disampaikan koordinator Aliansi Buruh Jawa Timur Jamaludin, pihaknya menenggarai maraknya TKA masuk ke Jawa Timur karena longgarnya peraturan yang dibuat pemerintah pusat karena menghapus kewajiban menggunakan bahasa Indonesia bagi TKA dan menghilangkan kewajiban menerapkan rasio setiap penggunaan 1 orang TKA perusahaan diwajibkan menyerap 100 tenaga kerja lokal.
Staf anggota DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka itu mendesak pemerintah daerah serius dan tegas menyikapi maraknya TKA. Termasuk gencar melakukan sweeping terhadap TKA yang bekerja di pabrik maupun proyek-proyek pemerintah dan swasta.
“Kalau ada pelanggaran harus ditindak tegas dan dideportasi,” tegas Jamal, panggilan Jamaludin.‎
Dia juga menyarankan pengawasan ketenagakerjaan, khususnya TKA lebih ketat. Apalagi Jatim sudah punya Perda No.8 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan ketenagakerjaan. Mengutip Pasal 35 ayat (2) bahwa perusahaan dilarang mempekerjakan TKA pada jabatan tertentu.
“Kalau Perda tersebut dilanggar, sanksinya berupa pidana kurungan 6 bulan dan denda Rp50 juta harus ditegakkan terhadap semua pelanggaran yang terjadi tak peduli BUMN atau BUMD,” tegasnya.
Mau Digaji di Bawah UMK
Sebelumnya Komisi E DPRD Jatim pernah memprioritaskan pembahasan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja pada masa sidang pertama tahun 2016.
Alasannya, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah resmi diberlakukan, namun regulasi untuk memproteksi tenaga kerja asing masuk Indonesia khususnya Jatim belum ada. Sehingga, dikhawatirkan tenaga kerja lokal menjadi penonton di negeri sendiri.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim yang menyebut, ‪”Raperda perlindungan tenaga kerja akan jadi prioritas Komisi E untuk dibahas pada masa sidang pertama tahun 2016,” ujarnya, saat itu.
‪Serbuan tenaga kerja asing bukan isapan jempol belaka. Bahkan berdasarkan data Disnakertransduk Jatim sebelumnya menyebut, jumlah tenaga kerja asing yang sudah masuk ke Jatim sekitar 14 ribu orang.
Ironisnya lagi, jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahun 2016 diperkirakan bertambah banyak, lantaran banyak pengusaha yang melakukan efisiensi akibat kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK).
‪”Pengusaha juga mengancam akan mempekerjakan tenaga kerja asing khususnya dari China karena mereka mau digaji di bawah UMK. Kalau tidak ada regulasi tegas, kami khawatir Jatim akan diserbu tenaga kerja asing,” ungkapnya.
‪Pertimbangan lainnya, kata Suli  sesuai dengan Mutual Recognition Agreement (MRA), tenaga kerja asing yang bebas bekerja di negara-negara Asean hanyalah mencakup delapan sektor yaitu akuntansi, teknik, survei, arsitektur, keperawatan, kesehatan, perawatan gigi dan pariwisata.
“Tapi faktanya banyak perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing di luar delapan sektor itu. Karena itu kami akan minta Disnakertransduk Jatim membuat laporan terkait kualifikasi tenaga kerja asing,” tegasnya.
‪Tidak menutup kemungkinan, sebelum pembahasan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja dimulai, Komisi E juga akan sidak ke beberapa perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing. Seperti yang banyak dijumpai di Mojokerto, Gresik, Sidoarjo maupun Surabaya. “Masukan ini nantinya diperlukan untuk upaya memasukkan penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa lokal dalam Perda Perlindungan Tenaga Kerja, ” jelasnya.
‪Di sisi lain, Komisi E juga mendorong pemerintah provinsi meningkatkan standar dan kompetensi tenaga kerja lokal melalui program sertifikasi profesi dan peningkatan sarana Balai Latihan Kerja (BLK). Bahkan kualitas Perguruan Tinggi di Jatim yang memiliki fakultas mencetak tenaga ahli di 8 sektor MRA juga perlu ditingkatkan agar mudah terserap pasar kerja. “Di Indonesia baru Universitas Indonesia yang mampu menembus 100 besar perguruan tinggi di Asia, jadi ini juga harus jadi perhatian penyiapan SDA yang berkualitas,” ungkapnya.
‪Selain itu, Komisi E juga berharap pemerintah pusat dan DPR RI segera merevisi UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan untuk disesuaikan dengan kondisi yang ada. Terlebih Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi hanya membuat Permen No. 72 tahun 2015 tentang Pengupahan. Padahal tantangan riil adalah serbuan tenaga kerja asing.
‪”Sepertiga penduduk Asean itu ada di Indonesia dan Jatim terbesar kedua setelah Jabar. Kalau pemerintah pusat tak segera merevisi UU Ketenagakerjaan kami khawatir pekerja lokal bisa tergusur oleh tenaga kerja asing karena kepentingan kaum pemodal (kapitalis),” pungkasnya.
Mengancam Kerawanan Sosial
Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, menilai, kebijakan pemerintah yang memberlakukan bebas visa kepada sejumlah negara berimbas kepada munculnya imigran-imigran gelap yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, Yusril juga menyoroti soal masuknya pekerja China ke dalam sejumlah proyek-proyek pembangunan di Indonesia.
Menurut Yusril, pemberian bebas visa tersebut justru diberikan kepada negara-negara yang tergolong sebagai negara miskin dan penduduknya cenderung meninggalkan negaranya lantaran alasan politik dan ekonomi.
”Negara-negara Afrika dan Asia Selatan, Cina, Myanmar, dan lain-lain, diberi bebas visa, tapi perhitungkan dampak sosial dan politiknya bagi negara kita. Kini, imigran gelap yang datang menggunakan fasilitas bebas visa mulai memusingkan kita,” ujar Yusril dalam akun twitter pribadinya, beberapa waktu lalu.
Tidak hanya itu, Yusril juga menyebut adanya kesalahan lain yang dilakukan pemerintah, khususnya mengenai kebijakan soal persetujuan masuknya pekerja China sebagai bagian dari syarat investasi dan pinjaman pemerintah kepada China. Menurutnya, syarat seperti itu harusnya ditolak lantaran Indonesia bakal kebanjira pekerja asal China.
Hal ini pun dikhawatirkan merampas kesempatan kerja rakyat Indonesia sendiri. Bahkan, Yusril menilai, kedatangan pekerja asing itu dapat berpotensi menimbulkan masalah sosial, politik, dan keamanan.
”Pekerja China, yang konon mencapai 10 juta itu jelas tidak mudah untuk dikontrol. Sebagian besar mereka pasti tidak akan kembali ke China. Kedatangan pekerja asing yang sangat besar dapat menimbulkan persoalan sosial, politik, ekonomi, dan keamanan dalam negeri,” tuturnya.
Untuk itu, Yusril pun berharap dapat mengkaji ulang terkait syarat masuknya pekerja asing, terutama asal China, dalam proses investasi atauapun pinjaman kepada China. ”Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan membolehkan datangnya pekerja asal China ini demi kedaulatan bangsa dan negara kita,” katanya.
Yusril juga mengkritik Menteri Tenaga Kerja (Manaker) Muhammad Hanif Dhakiri dan pasukan Medsos pendukungnya yang gagal memberikan penjelasan yang memuaskan atas membanjirnya tenaga kerja China ke Indonesia. Mereka justru sibuk membantah rumor angka 10 juta pekerja China yang mereka katakan sebagai kebohongan.
Angka tersebut dikatakan sebagai target kedatangan wisatawan asal China ke negara kita. Padahal, target kedatangan 10 juta wisatawan China juga tak ada dalam proyeksi pemerintah dalan beberapa tahun mendatang. ”Angka 10 juta memang bisa diperdebatkan. Tapi, jumlah itu bisa saja terjadi dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan kian membesarnya pinjaman proyek dan ‘investasi’ Cina di negeri kita,” kritik Yusril.
Ini persoalannya bukanlah jumlah angka 10 juta, tetapi masalah kesempatan kerja rakyat kita sendiri yang dirampas pekerja kasar dari China dengan makin besarnya pinjaman dan “investasi” China di sini. Pinjaman dan “investasi” China itu akhirnya hanya untuk menciptakan lapangan kerja buat rakyatnya China, sementara rakyat kita tak mendapat manfaat apa-apa.
Menaker dan para pendukungnya juga gagal membandingkan dengan jumlah TKI di Hong Kong yang bagian terbesarnya adalah TKW pembantu rumah tangga yang jumlahnya lebih besar dari tenaga kerja China di Indonesia. Perbandingan ini sangat tidak relevan. Para TKI itu diikat dengan kontrak kerja dan dapat dipulangkan kapan saja. Pekerja China di sini kebanyakan ilegal.
“Mengontrol TKI di Metropolitan Hong Kong jauh lebih mudah dibandingkan mengontrol pekerja Cina yang hadir mengerjakan proyek-proyek pinjaman atau ‘investasi’ Cina. Menaker Hanif perlu merazia pekerja Cina sampai ke hutan di Kalsel, suatu hal yang tak pernah dilakukan pejabat setingkat menteri di Cina dalam mengawasi para TKI,” ujar Yusril.sar/bej/rep
sumber : siaga indonesia